Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2026

SABDO WALLIMATTULLOH FILHISAB ALSABBIBBULLOH

Gambar
  SABDO WALLIMATTULLOH FILHISAB ALSABBIBBULLOH وَالِمَاتُ اللهِ فِي الْحِسَابِ السَّابِبِ بِاللهِ Wallimattulloh Filhisab Alsabbibbulloh Makna Sabdo “Qembalinya semua umat di seluruh jagat untuq merenung qe tingqat merasaqan.” بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ Sabdo ini berbicara tentang suatu masa ketika manusia tidak lagi cukup hanya mengetahui, berbicara, menghitung, menilai, dan memperdebatkan kehidupan. Manusia dipanggil kembali memasuki ruang terdalam dalam dirinya: tingqat merasaqan . Tingqat merasaqan bukan berarti mengikuti setiap perasaan tanpa kendali. Ia adalah keadaan ketika ilmu yang berada di kepala mulai turun menjadi kesadaran di hati, lalu terlihat dalam sikap dan perbuatan. Orang dapat mengetahui arti kasih sayang, tetapi belum tentu mampu merasaqan penderitaan orang lain. Orang dapat mengetahui arti sabar, tetapi baru memahami sabar ketika dirinya berada di dalam keadaan yang menguji kesabarannya. Orang dapat mengetahui arti syukur, tetapi kedalaman...

PUISI TILAZAZALLI NANINZALLI

Gambar
  PUISI TILAZAZALLI NANINZALLI Leburnya Lautan Gaganga, Qembali Qe Arah Sang Maha Dewa Bismillāhirraḥmānirraḥīm Tilazazalli Naninzalli, ketika lautan tak lagi mengenal tepinya, ketika ombak berhenti membanggakan tingginya, dan buih-buih putih melepaskan nama yang selama ini dipikulnya. Di tengah samudra Gaganga terdengar panggilan yang tidak berasal dari timur, tidak pula dari barat. Ia datang dari kedalaman, dari ruang sebelum suara menjadi kata, dari kesunyian yang membuat seluruh makhluk menundukkan kepala. Tilazazalli… Leburlah segala yang merasa memiliki. Naninzalli… Qembalilah segala yang merasa berdiri sendiri. Lautan pun berguncang. Bukan karena murka, melainkan karena ia mulai mengenali asalnya. Gunung-gunung air runtuh menjadi riak. Riak menjadi setetes embun. Embun menjadi uap. Uap menghilang di langit. Lalu siapakah yang dapat berkata: "Ini milikku?" Jika laut saja akhirnya menyerahkan dirinya? Di sanalah manusia belajar, bahwa perjal...

QITAB AL-QALB WA SIRR AL-ALIF

Gambar
  KATA PENGANTAR بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ Segala puji bagi Alloh, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga beliau, para sahabat, dan seluruh umat yang mengikuti jalan beliau dengan baik. QITAB AL-QALB WA SIRR AL-ALIF disusun sebagai bahan perenungan tentang hati, makna simbolik Alif Berdiri, niat dalam sholat, serta hubungan antara syariat, hakikat, dan makrifat. QITAB ini berangkat dari sejumlah ungkapan ruhani yang sering beredar di tengah masyarakat, seperti “Qalbul-mu’mini Baitullah”, simbol Alif Berdiri, pembicaraan tentang Nur Muhammad, hingga ungkapan-ungkapan batin yang dikaitkan dengan niat dan pelaksanaan sholat. Sebagian ungkapan tersebut mengandung nilai hikmah apabila dipahami dengan tepat, tetapi sebagian lainnya perlu diberi batas agar tidak berubah menjadi kesimpulan aqidah atau ibadah tanpa dasar yang kuat. Karena itu, QITAB ini tidak bermaksud mematikan bahasa simbol, tasawuf, atau perenungan b...