QITAB AL-QAULU AS-SHĀDIQ FĪ MA‘RIFATIL KHĀLIQ

 



LEMBAR PERTAMA
PINTU PERTAMA
MENGENAL ALLOH DIMULAI DENGAN MENGETAHUI KEDUDUKAN DIRI
1. Segala puji hanya bagi Alloh, Rabb seluruh alam.
Ketahuilah, wahai orang yang berjalan mencari kebenaran:
Ma‘rifat bukanlah manusia menjadi Tuhan,
bukan pula manusia menyatu dengan Tuhan.
Alloh tetaplah Al-Khāliq, Sang Pencipta.
Sedangkan manusia tetaplah makhluk,
yang diciptakan, dipelihara, diberi kehidupan,
kemudian kembali kepada-Nya.
2. Maka permulaan perjalanan seorang hamba ialah mengetahui:
siapakah yang menciptakan dirinya,
untuk apakah dirinya diciptakan,
siapakah yang memberinya kehidupan,
dan kepada siapakah akhirnya ia kembali.
3. Rabb-ku adalah Alloh.
Tubuh tidak menciptakan dirinya sendiri.
Akal tidak menciptakan dirinya sendiri.
Jantung tidak memerintahkan dirinya pertama kali untuk berdetak.
Mata tidak menciptakan cahaya agar dapat melihat.
Ruh pun bukan pencipta dirinya.
Di belakang seluruh keberadaan makhluk terdapat kehendak Sang Khāliq.


LEMBAR KEDUA
PINTU PERTAMA
MENGENAL ALLOH DIMULAI DENGAN MENGETAHUI KEDUDUKAN DIRI
4. Ketahuilah, wahai hamba Alloh, engkau ini makhluk yang lemah dan fana.
Alloh Maha Al-Khāliq, Pencipta segala yang ada. Tidak ada sesuatu pun terjadi tanpa kehendak-Nya.
Maka wajib bagimu tunduk dan patuh kepada-Nya, menjauh dari kesombongan dan membesarkan diri.
5. Barang siapa mengenal dirinya sebagai makhluk, maka ia akan mengenal Tuhannya sebagai Al-Khāliq.
Dari pengenalan itu lahir rasa hina di hadapan-Nya, dan tumbuhlah tawaduk yang benar, yang menghantarkan hati kepada ma‘rifat yang sejati.
6. Ma‘rifat yang sejati melahirkan empat buah utama:
zikir yang terus-menerus,
amanah dalam segala urusan,
sabar dalam setiap ujian,
dan adab kepada Alloh serta kepada sesama makhluk.
7. Hamba yang berma‘rifat tidak banyak bicara tanpa guna, tidak tinggi hati karena ilmu atau amal.
Ia menjaga lisannya, menundukkan pandangannya, dan berjalan di atas bumi dengan hati yang penuh takut, berharap rahmat Tuhannya.
8. Maka barang siapa berjalan di jalan ma‘rifat, hendaklah ia memperbanyak istighfar, memperbaiki niat, dan menjaga amal.
Sebab Alloh melihat hati dan perbuatan, dan kepada-Nya-lah kembali segala urusan.


LEMBAR KETIGA
PINTU PERTAMA
MENGENAL ALLOH DIMULAI DENGAN MENGETAHUI KEDUDUKAN DIRI
TANDA-TANDA KEKUASAAN ALLOH
Alloh berfirman:
سَنُرِيهِمْ آيَاتِنَا فِي الْآفَاقِ وَفِي أَنْفُسِهِمْ
“Akan Kami perlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala penjuru dan pada diri mereka sendiri.”
QS. Fussilat: 53
Perhatikan alam semesta ini:
pergantian siang dan malam,
terbit dan terbenamnya matahari,
bulan yang menerangi kegelapan malam,
bintang-bintang yang teratur peredarannya,
hujan yang menumbuhkan kehidupan,
angin yang membawa rahmat,
lautan yang luas dengan segala isinya,
gunung yang kokoh menjaga keseimbangan bumi.
Semua itu adalah tanda-tanda kebesaran Alloh.
Tidak satu pun terjadi tanpa kehendak-Nya.
Maka hati yang berakal akan berkata:
سُبْحَانَ الَّذِي خَلَقَ هَذَا كُلَّهُ
“Maha Suci Alloh yang telah menciptakan semua ini.”


LEMBAR SELANJUTNYA
PINTU PERTAMA
MENGENAL ALLOH DIMULAI DENGAN MENGETAHUI KEDUDUKAN DIRI
(Lanjutan)
NAFSU DAN KELEMAHAN DIRI
Di dalam diri manusia ada nafsu yang sering mengajak kepada:
kesombongan,
kelalaian,
kemarahan,
iri dan dengki,
cinta dunia berlebihan.
Jika nafsu dibiarkan, ia akan menguasai hati.
Jika nafsu dituruti, ia akan menjerumuskan.
Jika nafsu dikendalikan, ia akan menjadi tenaga kebaikan.
Obatnya ialah:
zikir kepada Alloh,
murāqabah — merasa diawasi Alloh,
muhāsabah — menghisab diri sendiri,
istighfar — memohon ampun,
dan taubat yang sungguh-sungguh.
Pesan inti
ALLOH TIDAK MELIHAT BENTUKMU,
TAPI ALLOH MELIHAT HATIMU.
BERSIHKAN HATI,
MAKA TERBUKALAH PINTU MA‘RIFAT.


LEMBAR SELANJUTNYA
PINTU PERTAMA
MENGENAL ALLOH DIMULAI DENGAN MENGETAHUI KEDUDUKAN DIRI
(Lanjutan)
ZIKIR DAN KESADARAN
Zikir adalah mengingat Alloh dengan hati, lisan, dan perbuatan.
Zikir bukan sekadar ucapan.
Zikir adalah kesadaran yang hidup:
Aku dari-Mu.
Dengan-Mu aku hidup.
Dengan-Mu aku diberi rezeki.
Kepada-Mu aku kembali.
Apabila kesadaran ini terus hidup, maka zikir menjadi cahaya yang menerangi hati.
Cahaya itu:
menghidupkan iman,
memperbaiki akhlak,
menguatkan sabar,
dan menumbuhkan kasih kepada Alloh dan makhluk-Nya.
Pesan inti
HATI YANG SELALU INGAT KEPADA ALLOH,
TIDAK MUDAH GELISAH,
TIDAK MUDAH SOMBONG,
DAN TIDAK MUDAH TERPEDAYA.


LEMBAR SELANJUTNYA
PINTU PERTAMA
MENGENAL ALLOH DIMULAI DENGAN MENGETAHUI KEDUDUKAN DIRI
(Lanjutan)
TANDA KEHIDUPAN DARI KEKUASAAN ALLOH
Perhatikanlah tanda-tanda kekuasaan Alloh yang selalu menyertai kehidupan kita:
Langit ditinggikan tanpa tiang yang terlihat.
Bumi dihamparkan untuk kita.
Matahari dan bulan beredar teratur.
Bintang-bintang menghiasi malam.
Angin berhembus membawa rahmat.
Air turun dari langit, lalu menghidupkan bumi.
Tumbuhan tumbuh, buah-buahan menjadi rezeki.
Hewan diciptakan berpasang-pasangan.
Manusia diberi akal, hati, dan perasaan.
Semua ini adalah ayat-ayat kauniyah yang berbicara tanpa suara, namun dipahami oleh orang yang berpikir.
Pesan inti
BARANG SIAPA MENGENAL TANDA-TANDA KEKUASAAN ALLOH,
MAKA HATINYA AKAN TUMBUH CINTA DAN TAKUT KEPADA-NYA.


LEMBAR SELANJUTNYA
PINTU PERTAMA
MENGENAL ALLOH DIMULAI DENGAN MENGETAHUI KEDUDUKAN DIRI
(Lanjutan)
HAKIKAT MANUSIA
Manusia terdiri dari jasad dan ruh.
Jasad berasal dari tanah,
akan kembali menjadi tanah.
Ruh berasal dari perintah Alloh,
akan kembali kepada Alloh.
Manusia diberi tiga anugerah besar:
Akal, untuk membedakan yang benar dan salah.
Hati, untuk merasakan dan mengenal kebenaran.
Kehendak, untuk memilih dan menentukan.
Namun, ketiga anugerah ini dapat menjadi cahaya atau menjadi kegelapan, tergantung ke mana ia digunakan.
Alloh berfirman:
وَنَفَخْتُ فِيهِ مِنْ رُوحِي
“Dan Aku tiupkan ke dalamnya ruh (ciptaan)-Ku.”
QS. Al-Hijr: 29
Maka manusia hendaknya menjaga jasadnya dengan kebaikan, menjaga akalnya dengan ilmu, menjaga hatinya dengan zikir, dan menjaga kehendaknya agar tetap berada di jalan yang diridai Alloh.


LEMBAR SELANJUTNYA
PINTU PERTAMA
MENGENAL ALLOH DIMULAI DENGAN MENGETAHUI KEDUDUKAN DIRI
(Lanjutan)
PENYAKIT HATI YANG MENGHALANGI MA’RIFAT
Di antara penyakit hati yang menutup pintu ma’rifat:
Kibri — sombong, merasa lebih tinggi dari orang lain.
Ujub — bangga dengan diri sendiri.
Riya’ — beramal karena ingin dipuji.
Hasad — iri terhadap nikmat orang lain.
Marah yang tidak terkontrol.
Tamak — tidak pernah merasa cukup.
Lalai — lupa kepada Alloh dan tujuan hidup.
Obatnya adalah:
zikir, murāqabah (merasa diawasi Alloh),
muhāsabah (menghisab diri),
taubat, dan memperbanyak amal saleh dengan ikhlas.
Alloh berfirman:
أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Alloh hati menjadi tenteram.”



LEMBAR SELANJUTNYA
PINTU PERTAMA
MENGENAL ALLOH DIMULAI DENGAN MENGETAHUI KEDUDUKAN DIRI
(Lanjutan)
TUJUAN HIDUP MANUSIA
Alloh menciptakan manusia bukan tanpa tujuan.
Firman-Nya:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.”
QS. Adz-Dzariyat: 56
Tujuan hidup manusia:
Mengenal Alloh.
Mencintai Alloh.
Taat kepada Alloh.
Menjadi khalifah yang membawa rahmat di bumi.
Kembali kepada Alloh dalam keadaan diridai-Nya.
Pesan inti
HIDUP ADALAH PERJALANAN MENUJU ALLOH,
BUKAN PERJALANAN UNTUK MENUMPUK DUNIA.
DUNIA HANYA PERSINGGAHAN,
AKHIRATLAH TUJUAN.


LEMBAR SELANJUTNYA
PINTU PERTAMA
MENGENAL ALLOH DIMULAI DENGAN MENGETAHUI KEDUDUKAN DIRI
(Lanjutan)
AMAL DAN AMANAH
Ilmu tanpa amal bagaikan lampu tanpa minyak.
Tidak memberi terang.
Amal tanpa ikhlas bagaikan tubuh tanpa ruh.
Tidak memberi manfaat.
Amanah adalah tanda keimanan.
Barang siapa jujur dalam amanah kecil, ia akan dipercaya pada amanah yang besar.
Janganlah mengaku dekat kepada Alloh sementara masih suka berbuat curang dalam urusan manusia.
Sebab Alloh melihat yang tersembunyi, dan Alloh lebih mengetahui isi hati.
إِنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ خَائِنَةَ الْأَعْيُنِ وَمَا تُخْفِي الصُّدُورُ
“Sesungguhnya Alloh mengetahui khianat yang ada dalam mata dan apa yang disembunyikan oleh dada.”
QS. Ghafir: 19


LEMBAR SELANJUTNYA
PINTU PERTAMA
MENGENAL ALLOH DIMULAI DENGAN MENGETAHUI KEDUDUKAN DIRI
(Lanjutan)
SIAPA DIRI INI?
Diri ini bukan pemilik dunia.
Diri ini hanyalah tamu yang singgah sebentar.
Diri ini datang dalam keadaan tidak tahu apa-apa, dan akan kembali dalam keadaan tidak membawa apa-apa.
Maka hendaknya:
Jangan terpedaya oleh harta.
Jangan terpedaya oleh jabatan.
Jangan terpedaya oleh pujian manusia.
Jangan terpedaya oleh kekuatan diri.
Jangan terpedaya oleh ilmu yang dimiliki.
Jangan terpedaya oleh kedudukan.
Semua itu akan tinggal.
Hanya amal dan hati yang dibawa ke hadapan Alloh.
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ
“Setiap yang bernapas pasti akan merasakan mati.”
QS. Ali ‘Imran: 185


LEMBAR SELANJUTNYA
PINTU PERTAMA
MENGENAL ALLOH DIMULAI DENGAN MENGETAHUI KEDUDUKAN DIRI
(Lanjutan)
MA’RIFAT ADALAH CAHAYA DI DALAM HATI
Cahaya ma’rifat itu turun sedikit demi sedikit.
Ia tidak turun kepada hati yang:
penuh sombong,
penuh iri,
penuh dengki,
penuh cinta dunia,
penuh lalai.
Bersihkan hati dengan taubat.
Luruskan niat dengan ikhlas.
Teguhkan langkah dengan sabar.
Dekatkan diri dengan zikir.
Maka cahaya Alloh akan menyingkap tabir, dan hati mulai merasakan kedamaian yang tidak dapat diberikan oleh dunia.
أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Alloh hati menjadi tenteram.”
QS. Ar-Ra’d: 28


LEMBAR SELANJUTNYA
PINTU PERTAMA
MENGENAL ALLOH DIMULAI DENGAN MENGETAHUI KEDUDUKAN DIRI
(Penutup Pintu Pertama)
Maka ketahuilah, wahai pencari Alloh:
Engkau adalah makhluk.
Alloh adalah Al-Khāliq.
Engkau lemah, Alloh Maha Kuasa.
Engkau membutuhkan, Alloh Maha Kaya.
Engkau tidak tahu, Alloh Maha Mengetahui.
Engkau boleh berusaha, tetapi hasilnya tetap dalam ketentuan Alloh.
Engkau wajib berikhtiar, tetapi berserah diri kepada Alloh dengan sepenuh hati.
Barang siapa mengetahui kedudukan dirinya, maka ia akan selamat dari kesesatan.
Dan ini hanyalah awal perjalanan.
Masih terbentang pintu-pintu yang lain bagi orang yang sungguh-sungguh mencari Alloh.


LEMBAR SELANJUTNYA
PINTU KEDUA
MENGENAL HATI DAN JALAN TAZKIYAH
(Lanjutan)
HATI TEMPAT TURUNNYA CAHAYA
Hati adalah tempat turunnya cahaya iman dan petunjuk Alloh.
Ia bukan daging seperti anggota badan yang lain, namun ia halus, lembut, dan maha rahasia.
Di dalam hati tersimpan keyakinan, kesadaran, keikhlasan, dan ingatan kepada Alloh.
Jika hati bersih, maka ia memantulkan cahaya ilmu dan menerima petunjuk dengan mudah.
Jika hati kotor, maka ia tertutup oleh gelapnya syahwat, amarah, dan kelalaian.
Maka, jaga dan peliharalah hatimu, seperti engkau menjaga permata yang paling berharga.
الْقَلْبُ مَوْطِنُ الْإِيمَانِ وَمَهْبِطُ الرَّحْمَةِ
“Hati adalah tempat bersemayamnya iman dan turunnya rahmat.”


LEMBAR SELANJUTNYA
PINTU KEDUA
MENGENAL HATI DAN JALAN TAZKIYAH
(Lanjutan)
HATI YANG HIDUP DAN HATI YANG LALAI
Tanda hati yang hidup:
Selalu ingat kepada Alloh.
Merasa diawasi oleh Alloh.
Senang berbuat kebaikan.
Hatinya lembut dan kasih.
Cepat menyesal dengan dosa.
Selalu berharap rahmat Alloh.
Tenang dalam ketaatan.
Tanda hati yang lalai:
Lupa kepada Alloh.
Merasa bebas dari pengawasan.
Mudah marah dan iri.
Hatinya keras dan kotor.
Tidak menyesal dari dosa.
Putus asa dari rahmat Alloh.
Gelisah dan tidak tenang.
أَلَا إِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ
Artinya:
“Ketahuilah, sesungguhnya di dalam tubuh ada segumpal daging; jika ia baik, maka baiklah seluruh tubuh.”
HR. Bukhari & Muslim


LEMBAR SELANJUTNYA
PINTU KEDUA
MENGENAL HATI DAN JALAN TAZKIYAH
(Lanjutan)
TAZKIYATUN NAFS
Mensucikan jiwa adalah jalan utama untuk membersihkan hati.
Caranya dengan melakukan hal-hal berikut secara terus-menerus:
Taubat: kembali kepada Alloh dengan menyesal dan bertekad tidak mengulang dosa.
Ikhlas: memurnikan niat karena Alloh dalam setiap amal.
Mujahadah: berjuang melawan hawa nafsu dan syahwat.
Muraqabah: selalu merasa diawasi oleh Alloh di setiap keadaan.
Muhasabah: menilai diri, menghitung amal, dan memperbaiki diri.
Sabar: menahan diri atas ujian, tidak terburu-buru, tidak mengeluh.
Istiqamah: teguh di atas ketaatan dan tidak berpaling.
Barang siapa sungguh-sungguh dalam tazkiyah, maka Alloh akan bukakan baginya pintu-pintu cahaya.
Pesan inti
Ingatlah, musuh terbesar bukan di luar dirimu, tetapi hawa nafsu yang bersembunyi di dalam hatimu.
Taklukkan ia, maka engkau menang.


LEMBAR SELANJUTNYA
PINTU KEDUA
MENGENAL HATI DAN JALAN TAZKIYAH
(Lanjutan)
ADAB PENUNTUT JALAN MA’RIFAT
Barang siapa menuntut ma’rifat, maka ia wajib menjaga adab-adab ini:
Menjaga niat: luruskan hanya karena Alloh, bukan karena pujian atau kedudukan.
Hormat kepada guru: patuhilah nasihatnya, jangan membantah, dan jangan mencari-cari kesalahannya.
Sedikit bicara: berbicaralah yang bermanfaat, hindari sia-sia.
Banyak zikir: perbanyak mengingat Alloh dengan hati dan lisan.
Menjaga amanah: jaga kepercayaan, rahasia, dan titipan.
Tawaduk: jangan merasa lebih tahu atau lebih baik.
Kasih sayang kepada sesama: tolong-menolong dalam kebaikan, jauhi menyakiti makhluk.
Adab adalah perhiasan ilmu dan pintu diterimanya petunjuk.


LEMBAR SELANJUTNYA
PINTU KEDUA
MENGENAL HATI DAN JALAN TAZKIYAH
(Lanjutan)
UJIAN DALAM PERJALANAN
Dalam perjalanan menuju Alloh, pasti ada ujian dan halangan.
Kenalilah musuh-musuh tersembunyi yang dapat merusak hati:
Riya’: melakukan kebaikan agar dilihat manusia.
Ujub: bangga dengan amal sendiri.
Futur (malas): menunda ketaatan karena rasa berat.
Putus asa: merasa diri hina dan jauh dari rahmat Alloh.
Cinta pujian: senang dipuji dan takut dicela.
Merasa sudah sampai: mengira dirinya telah sempurna.
Berdoalah agar Alloh melindungimu dari segala penyakit hati ini.
وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا إِنَّكَ لَنْ تَخْرِقَ الْأَرْضَ وَلَنْ تَبْلُغَ الْجِبَالَ طُولًا
Artinya:
“Dan janganlah engkau berjalan di muka bumi ini dengan sombong. Sungguh, engkau tidak akan dapat menembus bumi dan tidak akan sampai setinggi gunung.”
QS. Al-Isra’: 37


LEMBAR SELANJUTNYA
PINTU KEDUA
MENGENAL HATI DAN JALAN TAZKIYAH
(Penutup Pintu Kedua)
Dari pembahasan pada pintu ini, ambillah pelajaran berikut:
Hati adalah tempat turunnya cahaya iman dan rahmat Alloh.
Hati yang hidup selalu ingat, merasa diawasi, lembut, dan berharap.
Mensucikan jiwa adalah jalan untuk membersihkan hati.
Adab adalah syarat penting agar ilmu dan petunjuk diterima.
Ujian dalam perjalanan ada banyak, kenali dan waspadalah.
Hanya hati yang bersih dan ikhlas yang menerima cahaya Alloh.
Maka, jagalah hatimu setiap saat dengan:
zikir, taubat, muhasabah, dan adab yang luhur.
Semoga Alloh menjadikan hati kita bersih dan menerima petunjuk-Nya.
Insya Alloh, pada pintu berikutnya akan dibahas lebih dalam tentang:
ILMU ZIKIR DAN RAHASIA KEDEKATAN KEPADA ALLOH


LEMBAR SELANJUTNYA
PINTU KETIGA
MENGENAL ZIKIR DAN JALAN TAQARRUB
(Lanjutan)
HAKIKAT ZIKIR
Zikir ialah mengingat Alloh dengan hati, menyebut-Nya dengan lidah, dan menghidupkan-Nya dalam setiap amal perbuatan.
Zikir bukan sekadar ucapan, tetapi keterhubungan hati dengan Alloh Yang Maha Hidup. Zikir adalah ruh ibadah dan cahaya jalan taqarrub kepada-Nya.
Zikir mencakup tiga perkara:
Dengan hati: menghadirkan Alloh dalam pikiran dan perasaan.
Dengan lisan: menyebut nama-Nya dan kalimat-kalimat-Nya.
Dengan amal: menaati-Nya dalam setiap langkah kehidupan.
Barang siapa banyak berzikir, maka hatinya hidup, pikirannya jernih, dan langkahnya lurus di jalan kebenaran.
أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
Artinya:
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Alloh hati menjadi tenteram.”
QS. Ar-Ra’d: 28


LEMBAR SELANJUTNYA
PINTU KETIGA
MENGENAL ZIKIR DAN JALAN TAQARRUB
(Lanjutan)
TINGKATAN ZIKIR
Zikir memiliki beberapa tingkatan sesuai kedalaman hati:
1. Zikir Lisan
Menyebut nama Alloh dengan bahasa yang diketahui, seperti tasbih, tahmid, takbir, dan tahlil.
2. Zikir Hati
Menghadirkan nama Alloh dalam hati, meski tanpa menyebut dengan lisan.
3. Zikir Sirr (Rahasia)
Zikir yang sangat halus dan tersembunyi dalam batin, hanya diketahui oleh Alloh dan hamba-Nya.
4. Zikir dalam Amal
Menjadikan setiap amal salih sebagai zikir, karena dilakukan semata-mata karena Alloh.
فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ
Artinya:
“Maka ingatlah kepada-Ku, niscaya Aku ingat kepadamu.”
QS. Al-Baqarah: 152


LEMBAR SELANJUTNYA
PINTU KETIGA
MENGENAL ZIKIR DAN JALAN TAQARRUB
(Lanjutan)
ADAB BERZIKIR
Agar zikir diterima dan memberi manfaat, maka hendaklah memperhatikan adab-adab berikut:
1. Ikhlas
Berzikir hanya karena Alloh, bukan untuk dipuji.
2. Suci Lahir dan Batin
Tubuh bersih, hati bersih, dari syirik dan dengki.
3. Khusyuk
Hadirkan hati, jangan lalai saat berzikir.
4. Istiqamah
Berzikir setiap waktu, sedikit tapi terus-menerus.
5. Rendah Hati
Merasa fakir di hadapan Alloh.
6. Tidak Riya’
Menyembunyikan zikir lebih utama, agar terjaga keikhlasan.
إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ
Artinya:
“Sesungguhnya amal-amal itu tergantung niatnya.”
HR. Bukhari & Muslim


LEMBAR SELANJUTNYA
PINTU KETIGA
MENGENAL ZIKIR DAN JALAN TAQARRUB
(Lanjutan)
PENGHALANG ZIKIR
Zikir bisa tertutup dan hati menjadi jauh dari Alloh karena sebab-sebab berikut:
1. Lalai
Lupa kepada Alloh karena terlalu sibuk dengan dunia.
2. Cinta Dunia
Hati terikat harta, jabatan, dan kemewahan.
3. Dosa
Perbuatan maksiat menggelapkan cahaya zikir.
4. Hati Keras
Tidak mau menerima nasihat dan kebenaran.
5. Banyak Bicara Sia-sia
Lidah digunakan untuk perkara tidak bermanfaat.
6. Ujub (Bangga Diri)
Merasa diri saleh sehingga meremehkan orang lain.
كَلَّا بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
Artinya:
“Sekali-kali tidak! Sebenarnya apa yang mereka kerjakan itu telah menutupi hati mereka.”
QS. Al-Muthaffifin: 14


LEMBAR SELANJUTNYA
PINTU KETIGA
MENGENAL ZIKIR DAN JALAN TAQARRUB
(Lanjutan)
BUAH ZIKIR
Zikir yang dilakukan dengan benar akan melahirkan buah-buah kebaikan di dunia dan akhirat:
Hati Tenang
Cahaya zikir menenangkan jiwa dan pikiran.
Iman Kuat
Zikir menambah keyakinan dan keteguhan hati.
Akhlak Lembut
Hati yang sering berzikir menjadi penuh kasih dan mudah memaafkan.
Sabar
Zikir menolong menghadapi ujian dan kesulitan.
Tawakal
Hati bersandar hanya kepada Alloh dalam setiap urusan.
Dekat kepada Alloh
Zikir adalah jembatan paling dekat menuju keridhaan-Nya.
وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Artinya:
“Dan berzikirlah kepada Alloh sebanyak-banyaknya, agar kamu beruntung.”
QS. Al-Jumu‘ah: 10


LEMBAR SELANJUTNYA
PINTU KETIGA
MENGENAL ZIKIR DAN JALAN TAQARRUB
(Penutup Pintu Ketiga)
Dari pembahasan pada pintu ini, ambillah pelajaran berikut:
Zikir adalah nyawa hati dan kunci jalan menuju Alloh.
Zikir dilakukan dengan hati, lisan, dan amal.
Jagalah adab agar zikir diterima dan memberi manfaat.
Jauhi hal-hal yang menghalangi zikir agar hati tetap bersih.
Bersyukurlah atas nikmat bisa berzikir, karena itu tanda cinta Alloh kepada hamba-Nya.
Maka, marilah kita jadikan zikir sebagai teman setiap waktu, agar hidup penuh cahaya, hati tenteram, dan langkah diridai Alloh.
Semoga Alloh menjadikan kita termasuk orang-orang yang senantiasa berzikir kepada-Nya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

KITAB NURUL AWWAL AYAT 1-288

KITAB JAKUMULLO HALLIQ ALBILLAH Pintu Penundukan Khodam, Pusaka, dan Benda kepada Tauhid

Apa Manfaat Nama Ruh