QOMIQ PERJALANAN ISRA' MI'RAJ ROSULULLOH

 


PENGANTAR DAN CATATAN PEMBACA

QOMIQ Kebenaran Sejatinya — Perjalanan Isro’ Mi’raj Rosululloh SAW merupakan karya visual yang mengajak pembaca mengenang dan mengambil hikmah dari peristiwa agung Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW.
Peristiwa Isra’ memiliki dasar yang jelas dalam Al-Qur’an, khususnya QS. Al-Isra’ ayat 1. Adapun berbagai rincian perjalanan Mi’raj diterangkan dalam hadis-hadis Nabi SAW.
QOMIQ ini tidak dimaksudkan untuk menciptakan versi baru tentang Isra’ Mi’raj, melainkan sebagai media visual dan renungan yang mengajak pembaca semakin mencintai Rosululloh SAW, menjaga sholat, serta memperkuat iman kepada Alloh.

ISRA’ DAN MI’RAJ

Isra’ adalah perjalanan Rosululloh SAW pada malam hari dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa.
Sedangkan Mi’raj adalah perjalanan berikutnya menuju tingkatan langit sebagaimana diterangkan dalam riwayat-riwayat yang sahih.
Karena itu, perjalanan dalam QOMIQ ini hendaknya dipahami dalam dua tahap tersebut, bukan sekadar perjalanan biasa dari satu tempat menuju tempat lainnya.

TENTANG VISUALISASI DALAM QOMIQ

Ka’bah, Masjidil Aqsa, Buraq, malaikat, tujuh langit, Sidratul Muntaha, cahaya, serta berbagai pemandangan yang tampak dalam QOMIQ merupakan ilustrasi artistik untuk membantu alur cerita.
Gambar-gambar tersebut bukan gambaran pasti mengenai hakikat alam gaib.
Manusia tidak mempunyai dasar untuk memastikan bahwa alam langit, malaikat, Sidratul Muntaha, atau perkara gaib lainnya mempunyai rupa persis seperti yang divisualisasikan dalam QOMIQ.
Demikian pula sosok manusia yang digunakan dalam ilustrasi perjalanan hanyalah representasi artistik dalam karya, bukan pernyataan mengenai rupa fisik Nabi Muhammad SAW yang sebenarnya.

TENTANG ALLOH

Nama Alloh yang ditampilkan dalam cahaya atau ruang kosmik pada ilustrasi tidak berarti cahaya, bentuk, tempat, atau benda tersebut adalah Alloh.
Alloh tidak disamakan dengan makhluk dan tidak dapat digambarkan melalui bentuk visual.
Karena itu, setiap cahaya yang muncul dalam QOMIQ hendaknya dipahami sebagai bahasa artistik dan simbol renungan, bukan gambaran zat Alloh.

PERTEMUAN DENGAN PARA NABI

Dalam riwayat Mi’raj terdapat keterangan mengenai pertemuan Rosululloh SAW dengan sejumlah nabi pada tingkatan langit.
Apabila QOMIQ menggambarkan peristiwa tersebut, gambar tokoh-tokohnya tetap merupakan ilustrasi.
Tujuan utamanya bukan menentukan rupa para nabi, melainkan membawa pembaca kepada pesan tentang kesinambungan risalah tauhid dan kemuliaan para utusan Alloh.

AMANAH TERBESAR: SHOLAT

Di antara pelajaran terbesar dari perjalanan Isra’ Mi’raj adalah kedudukan sholat.
Karena itu, ukuran keberhasilan membaca kisah Isra’ Mi’raj bukan sekadar merasa kagum terhadap perjalanan yang luar biasa.
Renungannya justru kembali kepada kehidupan sehari-hari:
apakah sholat semakin dijaga,
apakah hati semakin tunduk kepada Alloh,
apakah akhlak semakin baik,
dan apakah kehidupan semakin membawa manfaat kepada sesama.

CATATAN KARYA

QOMIQ ini merupakan media dakwah, renungan, dan visualisasi artistik Mandala Sinar Batin.
Bagian yang bersumber dari Al-Qur’an dan hadis tetap dihormati sebagai ajaran agama. Adapun bentuk visual, susunan adegan, warna, bangunan, cahaya, dan penggambaran suasana merupakan unsur artistik QOMIQ dan tidak boleh dianggap sebagai gambaran literal alam gaib.

Dengan adab itulah QOMIQ KEBENARAN SEJATINYA — PERJALANAN ISRO’ MI’RAJ ROSULULLOH SAW, SERI 1–9 dibaca:

bukan untuk menerka-nerka perkara gaib, melainkan untuk mengambil hikmah, menguatkan iman, mencintai Rosululloh SAW, dan semakin menjaga amanah sholat.













PENUTUP QOMIQ — PERJALANAN ISRO’ MI’RAJ ROSULULLOH SAW

Perjalanan visual ini telah sampai pada akhirnya.

Isra’ Mi’raj bukan sekadar kisah tentang perjalanan yang menakjubkan. Bagi seorang Muslim, peristiwa ini membawa pelajaran tentang kekuasaan Alloh, kemuliaan Rosululloh SAW, iman kepada perkara gaib, serta besarnya kedudukan sholat dalam kehidupan seorang hamba.

AMANAH SHOLAT

Salah satu pelajaran terpenting dari Mi’raj adalah amanah sholat.

Sholat bukan sekadar gerakan yang diulang setiap hari. Ia adalah ibadah, penghambaan, doa, dzikir, dan kesempatan manusia kembali menata hatinya di hadapan Alloh.

Karena itu, setelah membaca kisah Isra’ Mi’raj, renungan yang paling dekat dengan kehidupan bukanlah:

“Seperti apakah langit yang dilalui?”

melainkan:

“Sudahkah sholat kita dijaga dengan sungguh-sungguh?”

TENTANG GAMBAR SERI 1–9

Seluruh visual tentang Buraq, malaikat, lapisan langit, para nabi, Sidratul Muntaha, cahaya, bangunan, dan suasana alam gaib dalam QOMIQ ini merupakan ilustrasi artistik.

Visual tersebut tidak dimaksudkan sebagai gambaran pasti mengenai hakikat perkara gaib.

Demikian pula sosok manusia yang digunakan dalam gambar perjalanan hanyalah representasi untuk kebutuhan cerita visual dan bukan penetapan rupa Rosululloh SAW yang sebenarnya.

TENTANG ALLOH

Alloh tidak dapat diserupakan dengan cahaya, sosok, tempat, benda, ataupun bentuk yang terdapat dalam ilustrasi.

Nama Alloh yang ditampilkan pada visual adalah unsur kaligrafi dan pengingat tauhid.

Alloh tetap Alloh.

Makhluk tetap makhluk.

Tidak ada sesuatu pun yang menyerupai-Nya.

CATATAN TENTANG RINCIAN CERITA

Dasar peristiwa Isra’ terdapat dalam Al-Qur’an, sedangkan rincian Mi’raj diterangkan dalam hadis-hadis Nabi SAW.

Adapun dialog, tata letak alam, bentuk Sidratul Muntaha, rupa malaikat, susunan adegan, maupun kalimat-kalimat dramatik tertentu dalam QOMIQ merupakan penyajian artistik. Jika terdapat rincian yang tidak disebutkan secara tegas dalam sumber yang sahih, maka bagian tersebut tidak boleh dipahami sebagai kepastian agama.

PELAJARAN UNTUK PEMBACA

Dari perjalanan Seri 1–9, kita dapat membawa beberapa muhasabah:

Apakah sholat telah menjadi kebutuhan hati atau masih sekadar kewajiban yang dikerjakan terburu-buru?

Apakah iman membuat kita semakin rendah hati?

Apakah kecintaan kepada Rosululloh SAW terlihat melalui usaha mengikuti akhlaknya?

Apakah pengalaman spiritual membuat kita semakin baik kepada keluarga dan sesama?

Dan apakah semakin banyak kita mengetahui, semakin besar pula kesadaran bahwa ilmu Alloh jauh melampaui pengetahuan manusia?

PENUTUP AKHIR

Isra’ Mi’raj mengajarkan bahwa kemuliaan bukanlah alasan untuk menjadi sombong.

Semakin dekat seorang hamba kepada Alloh, semakin besar pula amanahnya untuk menjaga ibadah, akhlak, kejujuran, kasih sayang, dan tanggung jawab.

Maka setelah seluruh visual selesai dilihat, biarlah pesan terakhirnya tinggal di dalam kehidupan nyata:

Jagalah sholat.

Kuatkan iman.

Perhalus akhlak.

Cintailah Rosululloh SAW.

Dan kembalikan seluruh perkara gaib kepada ilmu Alloh.

QOMIQ KEBENARAN SEJATINYA — PERJALANAN ISRO’ MI’RAJ ROSULULLOH SAW, SERI 1–9 TAMAT.

Wallohu a‘lam bish-shawāb.



QOMIQ LAINNYA :

QOMIQ SINAR SEJATINYA SINAR

Perjalanan simbolik tentang cahaya, harapan, dan menjaga kebaikan dalam kehidupan.

QOMIQ PERJALANAN QEMBALI KE QESADARAN

Perjalanan reflektif untuk mengenali diri, memperbaiki arah hidup, dan memperkuat penghambaan kepada Alloh.

QOMIQ SUMUR ALFAZAH

Perjalanan fantasi-spiritual tentang ilmu, amanah, kedalaman diri, dan pencarian makna kehidupan. 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

KITAB NURUL AWWAL AYAT 1-288

KITAB JAKUMULLO HALLIQ ALBILLAH Pintu Penundukan Khodam, Pusaka, dan Benda kepada Tauhid

Apa Manfaat Nama Ruh