SABDO KHALLIQ BILLAH ALQOLLAM

 


SABDO KHALLIQ BILLAH ALQOLLAM

سَبْدُ خَالِقٍ بِاللّٰهِ الْقَلَم

Makna hikmah:
“Qembalilah qe Al-Haq untuq pengabdian qebenaran, dengan bahasa budi luhur.”


LEMBAR PERTAMA

Qembalinya Qalam kepada Al-Haq

Bismillāhirraḥmānirraḥīm.

Sabdo ini membuka wejangan tentang qalam—lambang ucapan, tulisan, keputusan, dan jejak manusia—agar semuanya kembali berada di bawah pengabdian kepada Al-Haq, Yang Maha Benar.

Bukan setiap kata yang lantang adalah kebenaran.
Bukan setiap diam adalah kebijaksanaan.
Bukan setiap ilmu melahirkan keluhuran.

Sebab kebenaran yang tidak disertai adab dapat berubah menjadi kekerasan, sedangkan budi luhur yang terlepas dari kebenaran dapat kehilangan arah.

Maka terdengarlah dalam bahasa hikmah:

“Qembalikan qalam kepada Pemilik kebenaran.
Jangan jadikan lidah sebagai singgasana kesombongan.
Jangan jadikan ilmu sebagai pedang untuk merendahkan.
Dan jangan menjadikan kebenaran sebagai alasan menyakiti.”

1. KHALLIQ — Kesadaran bahwa segala sesuatu mempunyai Pencipta

Khalliq dalam sabdo ini menjadi tanda agar manusia tidak merasa dirinya sebagai pusat segala sesuatu.

Jika diberi ilmu, jangan merasa menjadi sumber ilmu.
Jika diberi kedudukan, jangan merasa menjadi pemilik manusia.
Jika diberi kemampuan berbicara, jangan merasa semua perkataannya pasti benar.

Seorang pengabdi Al-Haq berkata dalam batinnya:

“Apa yang baik dariku hanyalah amanah.
Apa yang salah dariku wajib kuperbaiki.”

Itulah awal budi luhur.


2. BILLAH — Bergerak bersama pertolongan Alloh

Billāh mengingatkan:

Dengan Alloh seseorang berdiri.
Dengan Alloh seseorang berbuat.
Kepada Alloh pula hasil akhirnya dikembalikan.

Maka pengabdian kebenaran bukan mengejar kemenangan pribadi.

Bukan:
“Aku harus menang.”

Tetapi:

“Semoga yang benar menjadi terang, meskipun ternyata aku yang harus mengoreksi diriku sendiri.”

Inilah derajat orang yang tidak memperhambakan kebenaran kepada egonya.


3. AL-QOLLAM — Qalam yang dibersihkan

Qalam mempunyai tiga wajah:

Qalam lisan — apa yang diucapkan.
Qalam tangan — apa yang dituliskan dan dilakukan.
Qalam batin — niat yang mendahului semuanya.

Jika qalam batin keruh, kata-kata yang indah dapat menjadi tipu daya.

Jika qalam batin bersih, satu kalimat sederhana dapat menenteramkan banyak hati.

Karena itu sabdo ini tidak pertama-tama memerintahkan manusia untuk banyak berbicara.

Ia memerintahkan:

“Bersihkan dahulu tempat lahirnya perkataan.”


4. BAHASA BUDI LUHUR

Bahasa budi luhur bukan hanya bahasa halus.

Ia memiliki lima tanda:

  1. Benar isinya.
  2. Baik niatnya.
  3. Tepat waktunya.
  4. Tidak merendahkan martabat orang lain.
  5. Membawa manusia semakin dekat kepada kebaikan.

Maka terkadang budi luhur berbicara lembut.

Terkadang ia berbicara tegas.

Namun ketegasannya tidak berasal dari kebencian.

Ia seperti tongkat penuntun:
keras bentuknya, tetapi dipakai agar seseorang tidak jatuh.


5. TIGA PINTU PENGABDIAN QEBENARAN

Sabdo kemudian membuka tiga pintu:

Pintu Pertama — Qebenaran terhadap diri sendiri

Berani mengakui salah.
Berani membenahi niat.
Berani meninggalkan kebiasaan buruk walaupun tidak ada manusia yang melihat.

Pintu Kedua — Qebenaran terhadap sesama

Tidak menipu.
Tidak memfitnah.
Tidak mempermainkan amanah.
Tidak memakai kelemahan orang lain sebagai tangga meninggikan diri.

Pintu Ketiga — Qebenaran di hadapan Al-Haq

Menyadari bahwa seluruh amal akhirnya tidak ditimbang oleh pujian manusia, tetapi oleh ketulusan pengabdian kepada Alloh.


6. SABDO INTI

KHALLIQ BILLAH ALQOLLAM

“Qalam yang mengenal Khalliq tidak akan mudah melukai.
Qalam yang berjalan Billah tidak akan memperbudak.
Qalam yang mengabdi kepada Al-Haq tidak takut membenahi dirinya sendiri.
Dan qalam yang dihiasi budi luhur menjadikan kebenaran sebagai rahmat, bukan kesombongan.”

Maka siapa yang hendak membawa sabdo ini, hendaknya menjaga empat perkara:

Hatinya sebelum lisannya.
Niatnya sebelum tindakannya.
Adabnya sebelum ilmunya.
Dan Al-Haq sebelum kepentingan dirinya.


Penutup Lembar Pertama

Yā Haqq, Yā Hādī, Yā Nūr, Yā Ḥakīm.

Ya Alloh, jadikan perkataan kami perkataan yang benar,
diam kami diam yang beradab,
ilmu kami ilmu yang bermanfaat,
dan perbuatan kami pengabdian yang tidak memisahkan kebenaran dari kasih sayang.

Sebab puncak qalam bukanlah banyaknya tulisan,
melainkan seberapa jauh tulisan itu mengembalikan manusia kepada Al-Haq.

— SABDO KHALLIQ BILLAH ALQOLLAM, Lembar Pertama —


Komentar

Postingan populer dari blog ini

KITAB NURUL AWWAL AYAT 1-288

KITAB JAKUMULLO HALLIQ ALBILLAH Pintu Penundukan Khodam, Pusaka, dan Benda kepada Tauhid

Apa Manfaat Nama Ruh