꧁ SABDO NILQODIM BILHAQ ꧂

 



꧁ SABDO NILQODIM BILHAQ ꧂


سَبْدُ نِلْقَدِيْمِ بِالْحَقِّ


Cinta Yang Abadi Tercipta Dari Qebenaran, Sinar Qudus Nan Suci


Bismillāhirraḥmānirraḥīm.


Pada mula-mula bukanlah cinta yang meminta untuk dimiliki.


Bukan pula cinta yang mengejar tubuh, nama, kedudukan, pujian, ataupun balasan.


Ada cinta yang datang setelah segala keinginan menjadi sunyi.


Ada cinta yang tetap hidup ketika jarak memisahkan.


Ada cinta yang tidak berubah meskipun wajah menua, dunia berganti, dan segala yang fana kembali kepada asalnya.


Cinta itulah yang dalam Sabdo ini dinamakan:


NILQODIM BILHAQ.


Yakni perlambang cinta yang berakar pada Al-Ḥaqq — kebenaran, disucikan oleh kejernihan hati, kemudian memancarkan cahaya yang tidak bergantung kepada kepentingan diri.


---


꧁ LEMBAR PERTAMA ꧂


Cinta Tidak Dilahirkan Oleh Keinginan Memiliki


Ketahuilah:


Cinta yang hanya berkata,


“Engkau harus menjadi milikku,”


belumlah sempurna menjadi cinta.


Sebab cinta yang sejati tidak memperbudak.


Ia menjaga tanpa membelenggu.


Ia mendekat tanpa merampas kebebasan.


Ia mendoakan tanpa menuntut jawaban.


Ia melindungi tanpa menjadikan dirinya penguasa.


Maka barang siapa ingin memahami Nilqodim Bilhaq, hendaknya terlebih dahulu membersihkan cinta dari keinginan menguasai.


Karena cinta yang dikuasai ego akan berkata:


“Aku mencintaimu karena aku membutuhkanmu.”


Sedangkan cinta yang telah menjadi cahaya berkata:


“Aku mencintaimu dengan mengharap kebaikanmu di hadapan Alloh.”


---


꧁ LEMBAR KEDUA ꧂


Qebenaran Adalah Akar Cinta


Tidak ada cinta abadi yang dibangun di atas kebohongan.


Tidak ada kesucian yang tumbuh dari pengkhianatan.


Tidak ada cahaya yang bertahan lama apabila hati sengaja menutup qebenaran.


Karena itu Sabdo Nilqodim Bilhaq mengajarkan:


Qebenaran adalah tanahnya.

Keikhlasan adalah airnya.

Kesetiaan adalah akarnya.

Adab adalah batangnya.

Kasih sayang adalah bunganya.

Dan ridho Alloh adalah buah tertingginya.


Jika salah satunya hilang, manusia masih dapat menyebutnya cinta.


Namun belum tentu cinta itu menjadi cinta yang bercahaya.


---


꧁ LEMBAR KETIGA ꧂


Sinar Qudus Bukan Cahaya Mata


Sinar Qudus dalam Sabdo ini bukanlah cahaya yang harus terlihat oleh mata.


Ia adalah perlambang kejernihan ruh:


ketika seseorang mampu mencintai tanpa menipu,


mampu menjaga tanpa menyakiti,


mampu melepaskan tanpa membenci,


mampu menunggu tanpa memaksa,


dan mampu berpisah tanpa kehilangan doa.


Sebab kadang-kadang seseorang yang jauh secara jasad justru sangat dekat dalam doa.


Dan kadang seseorang yang setiap hari berada di samping kita masih sangat jauh dari hati.


Maka jangan ukur cinta hanya dengan jarak badan.


Ukurlah dengan qebenaran, amanah, akhlak, dan doa.


---


꧁ LEMBAR KEEMPAT ꧂


Rahasia Kata “Qodim”


Yang dimaksud “qodim” dalam Sabdo ini bukanlah menyamakan cinta makhluk dengan sifat azali Alloh.


Alloh tetap satu-satunya Yang Maha Awal dan Maha Kekal.


Adapun Nilqodim adalah bahasa perlambang:


cinta yang terus dijaga nilai baiknya,


cinta yang tidak rusak oleh perubahan zaman,


cinta yang meninggalkan bekas kebaikan bahkan setelah perjumpaan berakhir.


Ia dapat hidup sebagai doa.


Ia dapat tinggal sebagai hikmah.


Ia dapat diwariskan sebagai adab.


Maka tubuh boleh berpisah,


jalan boleh berbeda,


tetapi kebaikan yang pernah ditanam dengan tulus dapat terus hidup.


---


꧁ LEMBAR KELIMA ꧂


Bilhaq — Dengan Qebenaran


Bilhaq adalah pintu penjagaan.


Karena cinta tanpa qebenaran mudah berubah menjadi hawa nafsu.


Kesetiaan tanpa qebenaran dapat berubah menjadi ketergantungan.


Kerinduan tanpa qebenaran dapat berubah menjadi ilusi.


Dan pengabdian tanpa qebenaran dapat berubah menjadi penghambaan kepada manusia.


Maka setiap cinta hendaknya diperiksa:


Apakah ia membuat kita semakin jujur?


Apakah ia menjadikan kita semakin beradab?


Apakah ia membuat kita semakin bertanggung jawab?


Apakah ia membawa hati mendekat kepada Alloh?


Apakah ia menjaga hak orang lain?


Apabila jawabannya tidak, maka cinta itu perlu dibersihkan kembali.


---


꧁ LEMBAR KEENAM ꧂


Tujuh Pintu Nilqodim Bilhaq


Ada tujuh pintu yang menjaga cinta tetap suci:


Pertama — Sidq, kejujuran.

Jangan membangun cinta melalui dusta.


Kedua — Amanah.

Jangan menggunakan kelemahan orang yang dicintai untuk menguasainya.


Ketiga — Ṣabr, kesabaran.

Tidak semua kerinduan harus segera dipenuhi.


Keempat — ‘Afw, memaafkan.

Cinta tidak berarti membenarkan kesalahan, tetapi tidak memelihara dendam.


Kelima — Ḥurriyyah, kemerdekaan hati.

Jangan jadikan seseorang sebagai pengganti Tuhan.


Keenam — Du‘ā.

Cinta yang paling sunyi terkadang justru paling kuat ketika berubah menjadi doa.


Ketujuh — Riḍā.

Setelah seluruh ikhtiar dilakukan, serahkan hasil akhirnya kepada Alloh.


---


꧁ LEMBAR KETUJUH ꧂


Sabdo Tentang Pertemuan dan Perpisahan


Wahai orang yang mencintai,


jangan menganggap semua perjumpaan harus berakhir dengan kepemilikan.


Ada orang yang datang untuk tinggal.


Ada yang datang untuk mengajarkan.


Ada yang datang untuk menyembuhkan.


Ada yang datang hanya untuk membuka sebuah pintu kesadaran.


Ada pula yang harus dilepaskan agar kedua jiwa sama-sama menemukan jalan yang lebih baik.


Maka jangan menyebut setiap perpisahan sebagai kegagalan.


Kadang-kadang perpisahan adalah bentuk lain dari penjagaan.


Dan kadang-kadang cinta yang paling suci adalah ketika engkau mampu berkata di dalam hati:


“Ya Alloh, apabila ia baik bagiku, dekatkanlah dengan cara yang Engkau ridhoi. Apabila tidak, jagalah ia di jalannya dan jagalah aku di jalanku.”


---


꧁ LEMBAR KEDELAPAN ꧂


Cinta yang Tidak Membakar Dunia


Nilqodim Bilhaq tidak mengajarkan manusia meninggalkan kewajiban karena cinta.


Tidak merusak rumah tangga.


Tidak memutus persaudaraan.


Tidak meninggalkan tanggung jawab.


Tidak menjadikan rasa sebagai pembenaran untuk menyakiti orang lain.


Sebab cahaya yang benar tidak menciptakan kegelapan bagi orang lain.


Cinta suci harus melahirkan kemaslahatan.


Apabila sebuah cinta menuntut kebohongan, pengkhianatan, kerusakan, atau kezaliman, maka yang harus dibenahi bukan dunia—melainkan cara kita memahami cinta itu sendiri.


---


꧁ LEMBAR KESEMBILAN ꧂


Sabdo Inti


Dengarkanlah dengan hati yang bening:


Cinta yang abadi bukanlah cinta yang berhasil memiliki semuanya.


Cinta yang abadi adalah cinta yang berhasil menjaga dirinya tetap berada dalam qebenaran.


Apabila bertemu, ia bersyukur.


Apabila berjauhan, ia berdoa.


Apabila kehilangan, ia bersabar.


Apabila terluka, ia belajar.


Apabila mendapatkan, ia menjaga amanah.


Apabila tidak mendapatkan, ia tidak berubah menjadi kebencian.


Itulah salah satu tanda bahwa cinta mulai disentuh cahaya.


---


꧁ SABDO NILQODIM BILHAQ ꧂


Aja tresna amarga kepengin nduwèni.

Tresnaa amarga kepengin njaga kabecikan.


Jangan mencintai hanya karena ingin memiliki.

Mencintailah karena ingin menjaga kebaikan.


Aja ngiket jiwa kanthi rasa.

Iketa rasa kanthi qebenaran.


Jangan membelenggu jiwa dengan perasaan.

Ikatlah perasaan dengan qebenaran.


Amarga kang langgeng dudu ragané,

nanging kabecikan kang wus ditandur ing sajroning jiwa.


Sebab yang bertahan bukanlah jasadnya,

melainkan kebaikan yang telah ditanam di dalam jiwa.


---


꧁ KUNCI SABDO ꧂


SABDO NILQODIM BILHAQ


bermuara pada satu wejangan:


«“Tresna tanpa haq dadi pepeteng.

Tresna kanthi haq dadi pepadhang.”»


Cinta tanpa qebenaran dapat menjadi kegelapan.

Cinta bersama qebenaran menjadi cahaya.


Dan cahaya itu tidak meminta disembah.


Ia hanya menunjukkan jalan pulang:


kepada kejujuran,

kepada kesucian niat,

kepada kasih sayang,

kepada amanah,

dan akhirnya kepada Alloh Yang Maha Mencintai.


Wallāhu a‘lam biṣ-ṣawāb.


꧁ TAMAT LEMBAR PEMBUKA SABDO NILQODIM BILHAQ ꧂

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KITAB NURUL AWWAL AYAT 1-288

KITAB JAKUMULLO HALLIQ ALBILLAH Pintu Penundukan Khodam, Pusaka, dan Benda kepada Tauhid

Apa Manfaat Nama Ruh