Tentang Sifat 20 nya Alloh Buat Anak-Anak di rumah
Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh, Saudara saudari Cahayaku semua nya
Subhanallah, ini pembelajaran yang sangat baik untuk anak-anak di rumah.
Sifat 20 Alloh adalah pelajaran dasar tauhid dalam ilmu aqidah, agar anak mengenal Alloh dengan benar: Alloh itu ada, sempurna, tidak sama dengan makhluk, Maha Kuasa, Maha Mengetahui, Maha Mendengar, Maha Melihat, dan Maha Berfirman.
Yang penting untuk anak-anak: jangan dibuat menakutkan. Ajarkan dengan bahasa cinta:
“Nak, kita belajar sifat Alloh supaya hati kita makin sayang, takut berbuat dosa, rajin sholat, dan tahu bahwa Alloh selalu menjaga.”
Sifat 20 Alloh dengan Bahasa Anak-Anak
1. Wujūd — Alloh itu Ada
Artinya: Alloh benar-benar ada.
Walaupun tidak terlihat oleh mata, Alloh nyata adanya.
Contoh untuk anak:
“Kita tidak melihat angin, tapi kita tahu angin ada karena terasa. Begitu juga Alloh, tidak terlihat, tapi tanda-tanda kebesaran-Nya ada di seluruh alam.”
2. Qidam — Alloh tidak ada permulaan
Artinya: Alloh sudah ada sebelum segala sesuatu ada.
Alloh tidak dilahirkan dan tidak diciptakan.
Untuk anak:
“Sebelum langit, bumi, matahari, bulan, manusia, dan malaikat ada, Alloh sudah ada.”
3. Baqā’ — Alloh kekal selamanya
Artinya: Alloh tidak akan mati, tidak rusak, dan tidak berakhir.
Untuk anak:
“Manusia bisa tua dan meninggal. Mainan bisa rusak. Tapi Alloh tetap ada selamanya.”
4. Mukhalafatu lil-Ḥawāditsi — Alloh tidak sama dengan makhluk
Artinya: Alloh berbeda dari semua ciptaan-Nya.
Alloh tidak seperti manusia, tidak seperti cahaya, tidak seperti benda, tidak seperti apa pun.
Untuk anak:
“Kita tidak boleh membayangkan bentuk Alloh seperti manusia. Alloh Maha Suci, tidak sama dengan apa pun.”
5. Qiyāmuhu Binafsihī — Alloh berdiri sendiri
Artinya: Alloh tidak butuh siapa pun.
Semua makhluk butuh Alloh, tetapi Alloh tidak butuh makhluk.
Untuk anak:
“Kita butuh makan, minum, tidur, udara. Alloh tidak butuh semua itu.”
6. Waḥdāniyyah — Alloh Maha Esa
Artinya: Alloh hanya satu. Tidak ada Tuhan selain Alloh.
Untuk anak:
“Yang menciptakan kita hanya Alloh. Yang wajib kita sembah hanya Alloh.”
7. Qudrah — Alloh Maha Kuasa
Artinya: Alloh mampu melakukan segala sesuatu yang Dia kehendaki.
Untuk anak:
“Alloh menciptakan langit, bumi, laut, gunung, hewan, dan manusia. Semua mudah bagi Alloh.”
8. Irādah — Alloh Maha Berkehendak
Artinya: Semua yang terjadi atas kehendak Alloh.
Tidak ada yang terjadi tanpa izin Alloh.
Untuk anak:
“Kalau Alloh menghendaki sesuatu terjadi, maka terjadi. Kalau Alloh tidak mengizinkan, maka tidak terjadi.”
9. ‘Ilmu — Alloh Maha Mengetahui
Artinya: Alloh tahu segala sesuatu.
Yang terlihat maupun tersembunyi.
Untuk anak:
“Alloh tahu isi hati kita. Alloh tahu kalau kita jujur, dan Alloh juga tahu kalau kita berbohong.”
10. Ḥayāh — Alloh Maha Hidup
Artinya: Alloh hidup sempurna, tidak tidur, tidak lelah, tidak mati.
Untuk anak:
“Kita kalau lelah perlu tidur. Alloh tidak pernah tidur dan tidak pernah lelah menjaga makhluk-Nya.”
11. Samā‘ — Alloh Maha Mendengar
Artinya: Alloh mendengar semua suara, baik keras maupun pelan.
Untuk anak:
“Doa yang kita baca pelan pun didengar oleh Alloh.”
12. Baṣar — Alloh Maha Melihat
Artinya: Alloh melihat segala sesuatu.
Tidak ada yang tersembunyi dari Alloh.
Untuk anak:
“Walaupun di tempat gelap, Alloh tetap melihat kita.”
13. Kalām — Alloh Maha Berfirman
Artinya: Alloh memiliki kalam/firman.
Al-Qur’an adalah kalam Alloh yang menjadi petunjuk bagi manusia.
Untuk anak:
“Alloh memberi petunjuk kepada kita melalui Al-Qur’an.”
Setelah 13 sifat ini, ada 7 sifat berikutnya yang menegaskan sifat sebelumnya.
14. Qādiran — Alloh selalu Maha Kuasa
Artinya: Alloh senantiasa memiliki kuasa.
Untuk anak:
“Alloh selalu mampu menolong hamba-Nya.”
15. Murīdan — Alloh selalu Maha Berkehendak
Artinya: Alloh senantiasa berkehendak sesuai hikmah-Nya.
Untuk anak:
“Alloh tahu apa yang terbaik untuk kita.”
16. ‘Āliman — Alloh selalu Maha Mengetahui
Artinya: Alloh selalu mengetahui semuanya.
Untuk anak:
“Tidak ada satu pun yang luput dari pengetahuan Alloh.”
17. Ḥayyan — Alloh selalu Maha Hidup
Artinya: Alloh hidup selama-lamanya.
Untuk anak:
“Alloh tidak pernah mati.”
18. Samī‘an — Alloh selalu Maha Mendengar
Artinya: Alloh selalu mendengar.
Untuk anak:
“Bisikan doa dalam hati pun Alloh dengar.”
19. Baṣīran — Alloh selalu Maha Melihat
Artinya: Alloh selalu melihat.
Untuk anak:
“Alloh melihat perbuatan baik kita, meskipun tidak ada orang yang melihat.”
20. Mutakalliman — Alloh selalu Maha Berfirman
Artinya: Alloh memiliki sifat kalam.
Untuk anak:
“Kita mengenal petunjuk Alloh melalui Al-Qur’an.”
Cara Mudah Mengajarkan ke Anak
Sahabat Cahayaku bisa ajarkan bertahap, jangan langsung semuanya sekaligus.
Hari pertama ajarkan:
Alloh ada. Alloh satu. Alloh tidak sama dengan makhluk.
Hari kedua:
Alloh Maha Kuasa. Alloh Maha Mengetahui. Alloh Maha Mendengar. Alloh Maha Melihat.
Hari ketiga:
Alloh tidak butuh kita, tapi kita selalu butuh Alloh.
Lalu biasakan anak menjawab dengan kalimat sederhana:
Siapa Tuhan kita?
Alloh.
Berapa Tuhan kita?
Satu.
Apakah Alloh sama seperti manusia?
Tidak. Alloh tidak sama dengan makhluk.
Apakah Alloh melihat kita?
Iya, Alloh Maha Melihat.
Apakah Alloh mendengar doa kita?
Iya, Alloh Maha Mendengar.
Lagu / Hafalan Ringkas Anak
Bisa dihafalkan pelan-pelan:
Alloh ada, Alloh satu,
Alloh kekal tak pernah layu.
Alloh tahu isi hati,
Alloh lihat setiap hari.
Alloh dengar doa hamba,
Alloh sayang pada semua.
Maka aku rajin sholat,
jujur, sopan, taat, dan hemat.
Pesan Tauhid untuk Anak
Ajarkan dengan lembut:
“Nak, Alloh itu dekat dengan ilmu dan kasih sayang-Nya. Kalau kamu takut, berdoalah. Kalau kamu salah, minta ampun. Kalau kamu senang, ucapkan Alhamdulillah. Kalau kamu bingung, minta petunjuk kepada Alloh.”
Intinya, sifat 20 bukan hanya hafalan, tetapi jalan agar anak tumbuh menjadi beriman, jujur, lembut, tidak sombong, dan merasa selalu dijaga oleh Alloh.
Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh, Saudara saudari Cahayaku semua nya bagi yg punya anak
Subhanallah, Alhamdulillah. Selain Sifat 20, pembelajaran anak di rumah sebaiknya disusun bertahap: dari iman, adab, ibadah, akhlak, doa harian, sampai cinta Rasulullah ﷺ.
Intinya, anak jangan hanya dibuat hafal, tetapi dibuat mengenal Alloh dengan hati yang gembira, mencintai Nabi ﷺ, terbiasa sholat, sopan kepada orang tua, dan jujur dalam hidup.
1. Tauhid Dasar
Setelah anak mengenal Sifat 20, lanjutkan dengan tauhid sederhana:
Siapa Tuhan kita? Alloh.
Berapa Tuhan kita? Satu.
Siapa yang menciptakan kita? Alloh.
Kepada siapa kita berdoa? Kepada Alloh.
Siapa yang memberi rezeki? Alloh.
Siapa yang menjaga kita? Alloh.
Ajarkan dengan lembut:
“Nak, semua yang kita punya adalah titipan Alloh. Maka kita harus bersyukur, tidak sombong, dan rajin berdoa.”
2. Rukun Iman
Ajarkan 6 rukun iman dengan bahasa ringan:
Iman kepada Alloh.
Iman kepada malaikat.
Iman kepada kitab-kitab Alloh.
Iman kepada rasul-rasul Alloh.
Iman kepada hari akhir.
Iman kepada qadha dan qadar.
Untuk anak cukup dijelaskan begini:
“Kita percaya kepada Alloh, percaya kepada malaikat, percaya kepada Al-Qur’an, cinta kepada para Nabi, ingat bahwa hidup akan kembali kepada Alloh, dan yakin semua ketentuan Alloh pasti ada hikmahnya.”
3. Rukun Islam
Ajarkan 5 rukun Islam:
Syahadat.
Sholat.
Zakat.
Puasa Ramadhan.
Haji bagi yang mampu.
Untuk anak, yang paling ditekankan dulu:
syahadat, sholat, puasa, sedekah, dan cinta masjid.
Kalimat sederhana:
“Islam itu mengajarkan kita menyembah Alloh, sholat, berbagi, menahan diri, dan menjadi manusia baik.”
4. Mengenal Nabi Muhammad ﷺ
Ini penting sekali, Sahabat Cahayaku. Anak-anak harus dibuat cinta kepada Rasulullah ﷺ.
Ajarkan:
Nama beliau: Muhammad bin Abdullah.
Ayah beliau: Abdullah.
Ibu beliau: Aminah.
Kakek beliau: Abdul Muthalib.
Kota kelahiran beliau: Makkah.
Sifat utama beliau: jujur, amanah, penyayang, sabar, dan berakhlak mulia.
Kalimat untuk anak:
“Nabi Muhammad ﷺ adalah manusia paling baik akhlaknya. Kita cinta Nabi dengan meniru akhlaknya.”
5. Adab kepada Orang Tua
Ini pembelajaran inti di rumah.
Ajarkan anak:
berkata lembut, tidak membentak, membantu orang tua, mendoakan ayah ibu, mencium tangan, meminta izin, tidak membantah dengan kasar.
Doa yang bisa diajarkan:
Rabbi-ghfir lī wa liwālidayya warḥamhumā kamā rabbayānī ṣaghīrā.
“Ya Alloh, ampunilah aku dan kedua orang tuaku, sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku waktu kecil.”
6. Adab Harian
Ajarkan adab kecil tapi sangat besar nilainya:
sebelum makan membaca Bismillah, setelah makan Alhamdulillah, masuk rumah salam, keluar rumah doa, sebelum tidur doa, bangun tidur syukur, masuk WC dengan adab, berpakaian sopan, menjaga kebersihan.
Untuk anak, ulangi dengan pola:
“Anak sholeh itu bersih, sopan, jujur, dan suka berdoa.”
7. Doa-Doa Pendek Harian
Mulai dari doa yang mudah:
Sebelum makan:
Bismillāh
Sesudah makan:
Alḥamdulillāh
Sebelum tidur:
Bismika Allāhumma aḥyā wa amūt
Bangun tidur:
Alḥamdulillāhilladzī aḥyānā ba‘da mā amātanā wa ilaihin-nusyūr
Masuk WC:
Allāhumma innī a‘ūdzu bika minal-khubutsi wal-khabā’its
Keluar WC:
Ghufrānak
Tidak perlu semua sekaligus. Satu doa dihafalkan sampai lancar, baru lanjut.
8. Hafalan Surat Pendek
Urutan yang mudah:
Al-Fatihah, Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas, Al-Kautsar, Al-‘Ashr, An-Nashr, Al-Lahab, Al-Kafirun.
Untuk anak, jangan dikejar cepat. Lebih baik sedikit tapi benar bacaannya.
Setiap selesai hafalan, beri pujian:
“MasyaAlloh, Alloh senang anak yang mau belajar Al-Qur’an.”
9. Sholat Dasar
Ajarkan anak mengenal:
nama sholat 5 waktu, jumlah rakaat, arah kiblat, wudhu, gerakan sholat, bacaan pendek, dan makna sholat.
Untuk awal, jangan langsung berat. Biasakan anak melihat orang tua sholat. Anak akan lebih mudah meniru daripada hanya diperintah.
Kalimat lembut:
“Sholat itu cara kita berbicara kepada Alloh.”
10. Akhlak Mulia
Ini buah dari semua pelajaran.
Ajarkan anak menjadi:
jujur, amanah, sabar, pemaaf, rendah hati, tidak mengejek, tidak mengambil barang orang, tidak berbohong, tidak kasar, suka menolong, sayang hewan, sayang teman.
Bisa pakai tanya jawab:
Kalau menemukan uang teman, apa yang dilakukan?
Dikembalikan.
Kalau salah, apa yang diucapkan?
Maaf.
Kalau diberi sesuatu, apa yang diucapkan?
Terima kasih dan Alhamdulillah.
11. Mengenal Malaikat
Ajarkan 10 malaikat dengan tugasnya secara sederhana:
Jibril membawa wahyu.
Mikail mengatur rezeki dengan izin Alloh.
Israfil meniup sangkakala.
Izrail mencabut nyawa.
Munkar dan Nakir bertanya di alam kubur.
Raqib mencatat amal baik.
Atid mencatat amal buruk.
Malik menjaga neraka.
Ridwan menjaga surga.
Tekankan kepada anak:
“Malaikat adalah makhluk Alloh yang taat. Kita belajar supaya ikut taat kepada Alloh.”
12. Mengenal Surga dan Neraka
Untuk anak-anak, jangan terlalu menakut-nakuti. Jelaskan seimbang.
Surga adalah tempat kebahagiaan bagi hamba yang beriman dan taat.
Neraka adalah peringatan agar manusia tidak berbuat jahat dan tidak durhaka.
Kalimat yang aman:
“Kita berbuat baik bukan hanya takut neraka, tapi karena kita cinta Alloh dan ingin masuk surga dengan rahmat-Nya.”
13. Kisah Nabi dan Orang Sholeh
Anak-anak sangat cocok belajar lewat cerita.
Mulai dari:
Nabi Adam, Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, Nabi Ismail, Nabi Musa, Nabi Yunus, Nabi Yusuf, Nabi Isa, dan Nabi Muhammad ﷺ.
Ambil hikmahnya, bukan hanya ceritanya.
Contoh:
Nabi Ibrahim mengajarkan tauhid.
Nabi Ismail mengajarkan taat kepada orang tua.
Nabi Yusuf mengajarkan sabar dan menjaga diri.
Nabi Yunus mengajarkan taubat.
Nabi Muhammad ﷺ mengajarkan akhlak mulia.
14. Dzikir Ringan untuk Anak
Jangan terlalu berat. Cukup:
Subhanalloh 11×
Alhamdulillah 11×
Allohu Akbar 11×
Lā ilāha illalloh 11×
Sholawat 11×
Bisa dibaca sebelum tidur atau setelah Maghrib.
Kalimatnya:
“Nak, dzikir itu membuat hati terang dan tidak mudah takut.”
15. Pendidikan Kebersihan dan Halal-Haram
Ajarkan:
bersih badan, bersih pakaian, bersih kamar, makan halal, tidak mengambil milik orang, tidak berkata kotor, tidak menyakiti hewan, tidak membuang sampah sembarangan.
Anak yang belajar agama juga harus belajar kebersihan, karena kebersihan bagian dari adab hidup seorang Muslim.
Urutan Belajar di Rumah yang Paling Mudah
Bisa dibuat jadwal sederhana:
Senin: Tauhid dan Sifat Alloh
Selasa: Doa harian
Rabu: Hafalan surat pendek
Kamis: Kisah Nabi
Jumat: Sholawat dan adab masjid
Sabtu: Akhlak dan adab kepada orang tua
Ahad: Praktik wudhu, sholat, sedekah, dan evaluasi ringan
Durasi cukup 10–20 menit sehari. Jangan terlalu lama, supaya anak tidak merasa agama itu berat.
Kunci Mengajar Anak
Sahabat Cahayaku, anak-anak paling mudah belajar dari contoh, bukan hanya nasihat.
Kalau orang tua sholat, anak ikut cinta sholat.
Kalau orang tua berkata lembut, anak ikut lembut.
Kalau orang tua suka dzikir, anak ikut suka dzikir.
Kalau orang tua mudah minta maaf, anak belajar rendah hati.
Maka pendidikan terbaik di rumah adalah:
orang tua menjadi contoh hidup dari ilmu yang diajarkan.
Semoga Alloh menjadikan anak-anak kita anak yang sholeh-sholehah, lembut hatinya, kuat imannya, terang pikirannya, baik akhlaknya, cinta Al-Qur’an, cinta Rasulullah ﷺ, berbakti kepada orang tua, dan menjadi cahaya kebaikan bagi keluarga. Aamiin ya Rabbal ‘Alamiin.

Komentar
Posting Komentar
Silakan berkomentar dengan adab, sopan, dan membawa kebaikan. Hindari kata kasar, hinaan, spam, dan link yang tidak bermanfaat. Terima kasih.