SABDO XIZZAQ AFALLAH BILHAQ


SABDO XIZZAQ AFALLAH BILHAQ

Pencabutan Massal Angqara Murqa di Bumi yang Nyata

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Dengan menyebut nama Alloh Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

LEMBAR PEMBUKA — SABDO PENCABUTAN ANQARA MURQA

Ketahuilah:

Yang dicabut bukanlah nyawa manusia.
Yang dihancurkan bukanlah tubuh manusia.
Yang dibinasakan bukanlah makhluk yang masih diberi kesempatan untuk bertobat.

Tetapi yang dicabut adalah akar angqara murqa yang bersarang dalam hati, pikiran, ucapan, perbuatan, kekuasaan, perdagangan, media, hubungan antarmanusia, dan seluruh jalan kehidupan.

Sebab manusia bukanlah musuh.

Kesombonganlah yang harus ditundukkan.
Kezalimanlah yang harus dihentikan.
Kebencianlah yang harus dipadamkan.
Keserakahanlah yang harus dicabut.
Tipu dayalah yang harus dibongkar.
Hawa nafsu yang memperbudak manusialah yang harus dilepaskan.

Inilah makna:

خِزَّاق أَفَالله بِالْحَقّ

XIZZAQ AFALLAH BILHAQ

Dalam bahasa hikmah Sabdo ini:

“Terbukalah kekuatan kebenaran yang merobek selubung kebatilan, agar yang haq berdiri sebagai haq dan yang batil terlihat sebagai batil.”

Bukan pedang yang diturunkan.

Tetapi kesadaran.

Bukan api yang membakar manusia.

Tetapi cahaya yang membakar kesombongan di dalam diri.

Bukan badai yang memusnahkan bumi.

Tetapi gelombang pertobatan yang mengguncangkan hati manusia.


SABDO PERTAMA

Pencabutan Angqara Murqa dari Hati

Wahai jiwa,

Apabila kemarahanmu telah membuatmu kehilangan kasih sayang, cabutlah akarnya.

Apabila kebencianmu membuatmu ingin melihat orang lain menderita, cabutlah akarnya.

Apabila kesombongan membuatmu merasa dirimu paling benar, cabutlah akarnya.

Apabila harta membuatmu lupa kepada Alloh, cabutlah perbudakannya.

Apabila kekuasaan membuatmu merendahkan manusia, cabutlah keserakahannya.

Karena perubahan bumi tidak dimulai dengan menghancurkan orang lain.

Perubahan bumi dimulai ketika manusia berani berkata kepada dirinya:

“Cukuplah aku menjadi tempat tumbuhnya kezaliman.”

Pada saat itulah pencabutan pertama terjadi.


SABDO KEDUA

Pencabutan Angqara Murqa dari Lisan

Betapa banyak peperangan bermula dari satu ucapan.

Betapa banyak keluarga pecah karena lidah.

Betapa banyak persaudaraan runtuh karena fitnah.

Betapa banyak manusia dihancurkan bukan oleh pedang, tetapi oleh berita bohong yang disebarkan berkali-kali.

Maka SABDO XIZZAQ berkata:

Cabut fitnah sebelum ia menjadi api.
Cabut dusta sebelum ia menjadi kebiasaan.
Cabut penghinaan sebelum ia menjadi kebudayaan.
Cabut kebencian sebelum ia diwariskan kepada generasi berikutnya.

Biarkan lisan menjadi pintu keselamatan.


SABDO KETIGA

Pencabutan Angqara Murqa dari Media

Apabila sebuah layar membuat manusia lupa kehormatan dirinya, kembalikan kehormatannya.

Apabila sebuah tontonan menjadikan hawa nafsu sebagai raja, bangunkan kesadarannya.

Apabila sebuah media hidup dari kemarahan manusia, jangan beri kemarahan itu makanan.

Apabila sebuah berita memecah manusia demi keuntungan, periksalah sebelum menyebarkannya.

Pencabutan tidak dilakukan dengan membenci orang yang terjebak di dalamnya.

Tetapi dengan:

ilmu,
adab,
pendidikan,
keteladanan,
kesadaran,
dan pertobatan.

Karena seseorang yang hari ini tersesat masih dapat menjadi manusia yang membawa cahaya esok hari.


SABDO KEEMPAT

Pencabutan Angqara Murqa dari Kekuasaan

Kekuasaan yang tidak mengenal amanah akan berubah menjadi kerakusan.

Harta yang tidak mengenal syukur akan berubah menjadi perbudakan.

Ilmu yang tidak mengenal adab akan berubah menjadi kesombongan.

Agama yang kehilangan kasih sayang dapat dipakai manusia untuk membenarkan egonya sendiri.

Maka tegakkanlah:

keadilan tanpa kebencian,
ketegasan tanpa kekejaman,
kebenaran tanpa kesombongan,
kekuasaan tanpa penindasan.

Itulah pencabutan angqara murqa di bumi yang nyata.


SABDO KELIMA

Pencabutan Besar Dimulai dari Diri

Jangan meminta dunia berubah apabila dirimu menolak berubah.

Jangan meminta orang lain meninggalkan kesombongan apabila dirimu masih memeliharanya.

Jangan meminta bumi menjadi damai apabila lidahmu masih menyulut peperangan.

Jangan meminta manusia kembali kepada Alloh sementara dirimu sendiri tidak mau memperbaiki hubungan dengan-Nya.

Maka berdirilah di hadapan cermin batinmu.

Dan tanyakan:

Apakah angqara murqa yang ingin kubasmi di dunia ternyata masih hidup dalam diriku?

Barang siapa berani menjawab pertanyaan ini dengan jujur, ia telah memasuki gerbang pertama SABDO XIZZAQ AFALLAH BILHAQ.


SABDO KEENAM

Pencabutan Massal

Pencabutan massal bukan berarti jutaan manusia dibinasakan.

Pencabutan massal berarti:

jutaan hati meninggalkan kebencian,

jutaan tangan berhenti melakukan kezaliman,

jutaan lidah berhenti menyebarkan fitnah,

jutaan manusia kembali menjaga kehormatan dirinya,

jutaan keluarga kembali mengenal kasih sayang,

jutaan pemimpin kembali mengingat amanah,

dan jutaan manusia kembali menyadari bahwa mereka akan mempertanggungjawabkan kehidupannya kepada Alloh.

Jika itu terjadi,

bumi tidak perlu dihancurkan untuk menjadi baru.

Manusialah yang diperbarui.

Dan ketika manusia berubah,

wajah bumi pun berubah.


SABDO PENUTUP

Ya Alloh,

cabutlah dari diri kami akar kesombongan sebelum kami sibuk mencari kesombongan orang lain.

Cabutlah kebencian sebelum kebencian menguasai hati kami.

Cabutlah kerakusan sebelum harta memperbudak kami.

Cabutlah syahwat yang melampaui batas sebelum ia merampas kehormatan kami.

Cabutlah kezaliman dari tangan para pemegang kekuasaan.

Cabutlah tipu daya dari perdagangan manusia.

Cabutlah fitnah dari lisan dan media.

Cabutlah dendam dari keluarga dan masyarakat.

Tetapi jangan cabut rahmat-Mu dari kami.

Jangan tutup pintu pertobatan bagi siapa pun yang masih hidup.

Jadikan manusia yang dahulu berada dalam kegelapan dapat kembali menjadi pembawa cahaya.

Sebab kemenangan terbesar bukan ketika musuh kita hancur.

Kemenangan terbesar adalah ketika kebatilan kehilangan tempat untuk hidup di dalam hati manusia.

SABDO XIZZAQ AFALLAH BILHAQ

Yang dicabut adalah angqara murqanya.
Yang diselamatkan adalah manusianya.
Yang ditegakkan adalah kebenaran.
Yang dituju adalah keridhaan Alloh.

وَاللّٰهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ


Komentar

Postingan populer dari blog ini

KITAB NURUL AWWAL AYAT 1-288

KITAB JAKUMULLO HALLIQ ALBILLAH Pintu Penundukan Khodam, Pusaka, dan Benda kepada Tauhid

Apa Manfaat Nama Ruh