SABDO QOLLAQUM NGINDALLOH ALHIZZAB
QOLLAQUM NGINDALLOH ALHIZZAB
Makna yang dibukakan secara simbolik:
«“Semua perjalanan di akhir zaman Qembali Qe maqom yang sebenar-benarnya, tertuju kepada Al-Haqq.”»
Sabdo ini dibaca sebagai pesan ruhani dan perenungan batin
Pembukaan Sabdo
Pada awal perjalanan, manusia melihat banyak jalan.
Ada jalan ilmu, jalan kekuasaan, jalan harta, jalan nama, jalan keturunan, jalan tarekat, jalan pencarian batin, bahkan jalan yang membuat manusia merasa dirinya telah sampai.
Tetapi ketika perjalanan semakin jauh, satu demi satu pakaian perjalanan akan ditanggalkan.
Yang dicari bukan lagi:
siapa yang paling tinggi,
siapa yang paling mengetahui,
siapa yang paling banyak pengikutnya,
atau siapa yang memiliki tanda-tanda luar biasa.
Yang tersisa hanyalah satu pertanyaan:
“Apakah perjalanan ini benar-benar membawa Qembali Qepada Al-Haqq?”
---
QOLLAQUM — Berkumpulnya Seluruh Jalan
QOLLAQUM dalam sabdo ini menjadi lambang bahwa segala perjalanan akhirnya dikumpulkan.
Yang datang dari timur maupun barat,
yang melalui kegembiraan maupun penderitaan,
yang pernah tersesat maupun istiqamah,
semuanya akan berhadapan dengan hakikat dirinya sendiri.
Di sana manusia tidak lagi dapat berlindung di balik gelar.
Tidak ada kebesaran nama yang dapat menggantikan kebersihan hati.
Tidak ada banyaknya ilmu yang dapat menggantikan kejujuran kepada Alloh.
Tidak ada maqom yang berarti apabila ia justru menjauhkan seseorang dari kerendahan hati.
Maka QOLLAQUM adalah panggilan:
“Qumpulkan kembali yang tercerai.”
Qumpulkan akal dengan hati.
Qumpulkan ilmu dengan adab.
Qumpulkan kekuatan dengan amanah.
Qumpulkan perjalanan lahir dengan perjalanan batin.
---
NGINDALLOH — Semua Qembali dalam Pengetahuan Alloh
NGINDALLOH dibaca dalam sabdo ini sebagai tanda bahwa tidak ada perjalanan yang tersembunyi dari Alloh.
Manusia mungkin dapat menyembunyikan sesuatu dari sesamanya.
Tetapi manusia tidak dapat menyembunyikan niat terdalamnya dari Alloh.
Karena itu perjalanan menuju maqom sejati bukan perjalanan mencari pujian manusia.
Semakin dekat seseorang kepada kebenaran, seharusnya semakin berkurang keinginannya untuk mengatakan:
“Aku telah sampai.”
Sebab orang yang benar-benar mengenal luasnya kekuasaan Alloh justru semakin mengetahui betapa kecil dirinya.
---
ALHIZZAB — Terbukanya Pemisah antara Haq dan Kepalsuan
Pada akhir perjalanan akan terjadi penyaringan.
Bukan semata penyaringan kelompok, tetapi penyaringan isi hati.
Yang palsu akan kehilangan tempat bergantung.
Yang dibangun hanya untuk kemasyhuran akan rapuh.
Yang berdiri di atas kesombongan akan diuji.
Yang membawa nama agama tetapi meninggalkan kasih sayang akan diperlihatkan pertentangannya.
Dan yang sederhana tetapi memegang amanah dengan jujur dapat menjadi lebih dekat kepada kebenaran daripada orang yang merasa mempunyai kedudukan tinggi.
Inilah pintu Alhizzab dalam sabdo:
yang benar dipisahkan dari yang hanya menyerupai kebenaran.
---
MAQOM YANG SEBENAR-BENARNYA
Maqom sejati bukan singgasana.
Bukan mahkota.
Bukan kemampuan melihat perkara gaib.
Bukan banyaknya orang yang tunduk.
Bukan pula gelar ruhani.
Maqom sejati adalah ketika manusia ditempatkan kembali sebagai:
hamba di hadapan Alloh,
pemegang amanah di antara manusia,
penjaga kasih sayang terhadap makhluk,
dan saksi atas dirinya sendiri.
Semakin tinggi maqomnya, semakin besar tanggung jawabnya.
Semakin banyak cahaya yang ia bawa, semakin berhati-hati ia agar tidak menyakiti.
Semakin luas pengetahuannya, semakin sedikit kesombongannya.
---
RAHASIA QEMBALI
Mengapa sabdo ini memakai makna Qembali, bukan hanya pergi menuju?
Karena manusia tidak sedang menciptakan Al-Haqq.
Al-Haqq tidak menunggu manusia untuk menjadi benar.
Yang berubah adalah kesadaran manusia.
Selama perjalanan, manusia tertutup oleh:
keakuan,
ketakutan,
keinginan memiliki,
kemarahan,
dendam,
kemasyhuran,
dan keterikatan kepada dunia.
Ketika lapisan itu mulai dilepaskan, manusia menyadari:
yang selama ini jauh bukanlah Al-Haqq.
Yang jauh adalah kesadarannya sendiri.
Maka perjalanan Qembali adalah perjalanan membersihkan tabir.
---
TANDA ORANG YANG SEDANG QEMBALI
Jangan ukur perjalanan hanya dari pengalaman luar biasa.
Ukur pula dari perubahan akhlaknya.
Apakah setelah berjalan ia lebih penyayang?
Apakah semakin mampu meminta maaf?
Apakah semakin sulit mengambil hak orang lain?
Apakah semakin menjaga lisannya?
Apakah semakin ringan menolong?
Apakah semakin mampu mengatakan, “Saya belum tahu”, ketika memang belum mengetahui?
Apakah semakin takut menggunakan nama Alloh untuk membenarkan kepentingan dirinya sendiri?
Jika jawabannya semakin iya, maka perjalanan sedang menghasilkan buah.
---
PUNCAK SABDO
Pada akhirnya berbagai jalan akan kehilangan nama.
Yang dahulu mengatakan:
jalanku, kelompokku, maqomku, ilmuku, pengikutku, kekuatanku
akan berhadapan dengan satu kenyataan:
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰه
Tidak ada yang patut menjadi tujuan tertinggi selain Alloh.
Di hadapan Al-Haqq, manusia tidak membawa kebesaran dirinya.
Ia membawa apa yang telah ia lakukan dengan amanah yang diberikan kepadanya.
Maka terbukalah inti:
QOLLAQUM NGINDALLOH ALHIZZAB
Semua perjalanan akan dikumpulkan.
Semua kepalsuan akan tersaring.
Semua keakuan harus dilepaskan.
Semua amanah akan dimintai pertanggungjawaban.
Dan perjalanan yang benar pada akhirnya tertuju kepada Al-Haqq.
Sabdo Penutup
“Janganlah engkau mencari maqom agar manusia melihatmu tinggi.
Qembalilah kepada maqom kehambaan agar hatimu mengenal siapa Yang Mahatinggi.
Jangan mengaku telah sampai hanya karena melihat cahaya.
Lihatlah apakah cahaya itu telah menjadi rahmat dalam perbuatanmu.
Sebab akhir perjalanan bukan ketika manusia berkata: ‘Aku telah menemukan Al-Haqq.’
Tetapi ketika kebatilan dalam dirinya semakin runtuh, dan hidupnya semakin tunduk kepada kebenaran.”
QOLLAQUM NGINDALLOH ALHIZZAB —
segala perjalanan Qembali, segala amanah Qembali, segala diri Qembali kepada keputusan Al-Haqq.
Wallāhu a‘lam.

Komentar
Posting Komentar
Silakan berkomentar dengan adab, sopan, dan membawa kebaikan. Hindari kata kasar, hinaan, spam, dan link yang tidak bermanfaat. Terima kasih.